Apa yang dimaksud dengan inflasi

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi? Definisi, Jenis, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Karin Hidayat
Karin Hidayat
March 20, 2025
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi? Definisi, Jenis, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi?

Inflasi merupakan kondisi ekonomi di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara luas dan berkelanjutan dalam periode waktu tertentu.

Bank Indonesia mendefinisikan inflasi sebagai kenaikan harga secara umum dan terus-menerus dalam periode tertentu yang diukur dengan indeks harga konsumen (IHK). Artinya, inflasi bukan sekadar kenaikan harga satu atau dua barang, melainkan kenaikan harga yang meluas dan berdampak pada sektor ekonomi secara keseluruhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, inflasi bisa dirasakan ketika harga bahan pokok seperti beras, minyak, dan telur terus meningkat. Jika pendapatan tidak ikut naik, masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan karena nilai uang yang mereka miliki semakin berkurang.

Apa yang dimaksud dengan inflasi

Jenis-Jenis Inflasi

Inflasi dapat dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut beberapa jenis inflasi yang umum terjadi:

1. Berdasarkan Tingkat Keparahan

  • Inflasi Ringan (Mild Inflation): Kenaikan harga kurang dari 10% per tahun dan masih bisa dikendalikan.
  • Inflasi Sedang (Moderate Inflation): Kenaikan harga antara 10-30% per tahun. Pada tingkat ini, inflasi mulai berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat.
  • Inflasi Tinggi (Galloping Inflation): Kenaikan harga mencapai 30-100% per tahun, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi yang serius.
  • Hiperinflasi (Hyperinflation): Kenaikan harga di atas 100% per tahun, menyebabkan uang kehilangan nilainya dan ekonomi menjadi kacau.

2. Berdasarkan Penyebabnya

  • Demand-Pull Inflation: Inflasi yang terjadi karena permintaan barang dan jasa meningkat, tetapi produksi tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.
  • Cost-Push Inflation: Inflasi akibat kenaikan biaya produksi, seperti harga bahan baku dan upah tenaga kerja, sehingga harga barang dan jasa ikut naik.
  • Built-In Inflation: Inflasi yang disebabkan oleh ekspektasi masyarakat bahwa harga akan terus naik, sehingga pekerja meminta kenaikan upah, yang pada akhirnya meningkatkan harga barang dan jasa.

Penyebab Inflasi

Inflasi dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa penyebab utama inflasi adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya Permintaan Barang dan Jasa. Ketika daya beli masyarakat meningkat, permintaan terhadap barang dan jasa juga naik. Jika produsen tidak mampu memenuhi permintaan ini, maka harga barang akan meningkat.
  2. Kenaikan Biaya Produksi. Jika biaya produksi naik, seperti harga bahan baku atau upah pekerja yang meningkat, maka produsen akan menaikkan harga jual produk untuk menjaga keuntungan.
  3. Jumlah Uang yang Beredar Terlalu Banyak. Jika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih besar dibanding jumlah barang dan jasa yang tersedia, maka nilai uang akan menurun dan harga barang akan meningkat.
  4. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan ekonomi, seperti kenaikan pajak atau subsidi yang dikurangi, bisa berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya menyebabkan inflasi.
  5. Faktor Eksternal. Faktor global seperti kenaikan harga minyak dunia, perang, atau krisis ekonomi di negara lain dapat memicu inflasi di dalam negeri.

Dampak Inflasi dan Cara Mengatasinya

Inflasi memiliki efek yang luas terhadap perekonomian, baik dalam skala individu, perusahaan, maupun negara. Dampaknya bisa positif jika berada dalam tingkat yang wajar, tetapi bisa merugikan jika terlalu tinggi atau tidak terkendali. 

Berikut ini adalah dampak inflasi secara lebih detail.

1. Penurunan Daya Beli Masyarakat

Inflasi menyebabkan harga barang dan jasa naik, sementara pendapatan masyarakat tidak selalu meningkat dengan cepat. Akibatnya, uang yang dimiliki memiliki daya beli lebih rendah dibanding sebelumnya. Contohnya, jika harga beras naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kg, tetapi gaji tetap, maka jumlah beras yang bisa dibeli berkurang.

Dampak jangka panjang:

  • Masyarakat lebih sulit memenuhi kebutuhan dasar.
  • Konsumsi berkurang, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
  • Peningkatan kemiskinan karena kelompok berpenghasilan rendah paling terdampak.

2. Ketidakstabilan Ekonomi dan Investasi

Inflasi yang tinggi dan tidak terkontrol menciptakan ketidakpastian ekonomi. Investor dan pelaku bisnis menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan karena harga yang terus naik bisa berdampak pada biaya produksi dan keuntungan mereka.

Dampak jangka panjang:

  • Investor cenderung menghindari investasi jangka panjang.
  • Bisnis kesulitan dalam perencanaan keuangan.
  • Potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

3. Meningkatnya Biaya Hidup

Dengan harga barang yang terus naik, masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, transportasi, dan pendidikan. Jika inflasi tidak diimbangi dengan peningkatan upah, maka kesejahteraan masyarakat akan menurun.

Dampak jangka panjang:

  • Standar hidup masyarakat menurun.
  • Orang-orang lebih sulit menabung karena pengeluaran meningkat.
  • Munculnya ketidakpuasan sosial yang dapat menyebabkan gejolak ekonomi dan politik.

4. Depresiasi Mata Uang

Inflasi yang tinggi membuat nilai mata uang suatu negara melemah terhadap mata uang asing. Ini berarti harga barang impor menjadi lebih mahal, sehingga meningkatkan inflasi lebih lanjut.

Dampak jangka panjang:

  • Harga barang impor naik, sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat.
  • Ketidakstabilan nilai tukar yang bisa berdampak pada perdagangan internasional.
  • Meningkatnya utang luar negeri jika mata uang domestik melemah terhadap dolar atau mata uang lainnya.

5. Meningkatnya Suku Bunga

Untuk mengendalikan inflasi, bank sentral biasanya menaikkan suku bunga agar masyarakat mengurangi konsumsi dan lebih memilih menabung. Namun, suku bunga yang tinggi juga memiliki dampak negatif.

Dampak jangka panjang:

  • Kredit dan pinjaman menjadi lebih mahal, sehingga menghambat bisnis dan investasi.
  • Konsumsi masyarakat berkurang, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
  • Pasar properti dan sektor lain yang bergantung pada pinjaman bisa terpengaruh.
Bahas langkah-langkah lengkap untuk memulai bisnis online, mulai dari riset pasar hingga strategi pemasaran yang efektif di sini: Kiat Memulai Bisnis Online yang Sukses di 2025

Cara Mengatasi Inflasi

1. Kebijakan Moneter oleh Bank Sentral

Bank sentral memiliki peran penting dalam mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter, yaitu mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Menaikkan Suku Bunga: Dengan meningkatkan suku bunga, masyarakat cenderung menabung lebih banyak dan mengurangi konsumsi, sehingga permintaan terhadap barang dan jasa turun dan inflasi terkendali.
  • Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation): Bank sentral menjual surat berharga negara untuk menyerap kelebihan uang yang beredar di masyarakat.
  • Menetapkan Giro Wajib Minimum (GWM): Meningkatkan jumlah uang yang harus disimpan bank di bank sentral, sehingga mengurangi jumlah uang yang bisa dipinjamkan ke masyarakat.

2. Kebijakan Fiskal oleh Pemerintah

Pemerintah juga memiliki peran dalam mengendalikan inflasi melalui kebijakan fiskal, yang mencakup pengelolaan anggaran negara.

Beberapa kebijakan yang bisa dilakukan:

  • Mengurangi Pengeluaran Pemerintah: Jika inflasi tinggi, pemerintah dapat mengurangi belanja negara untuk menurunkan permintaan di pasar.
  • Menaikkan Pajak: Dengan menaikkan pajak, daya beli masyarakat bisa berkurang, yang dapat menekan inflasi.
  • Meningkatkan Efisiensi Anggaran: Pemerintah dapat mengalokasikan anggaran dengan lebih bijak untuk mencegah kenaikan harga barang yang tidak perlu.

3. Meningkatkan Produksi Barang dan Jasa

Salah satu penyebab utama inflasi adalah kurangnya pasokan barang dan jasa dibandingkan dengan permintaan. Oleh karena itu, meningkatkan produksi dapat membantu menstabilkan harga.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Meningkatkan investasi di sektor industri dan pertanian untuk meningkatkan produksi barang kebutuhan pokok.
  • Mendorong UMKM dan industri kreatif untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
  • Mengurangi hambatan birokrasi agar bisnis dapat berkembang lebih cepat dan meningkatkan produksi.

4. Mengontrol Harga dan Subsidi

Pemerintah dapat mengendalikan harga barang-barang pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama selama periode inflasi tinggi.

Beberapa kebijakan yang bisa diterapkan:

  • Menetapkan harga maksimum (price ceiling) untuk barang-barang kebutuhan pokok.
  • Memberikan subsidi pada sektor-sektor strategis seperti energi dan pangan untuk mengurangi dampak inflasi terhadap masyarakat miskin.
  • Memantau distribusi barang agar tidak terjadi penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga.

5. Mengurangi Ketergantungan pada Impor

Ketika inflasi terjadi akibat kenaikan harga barang impor, mengembangkan industri dalam negeri bisa menjadi solusi.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  • Mendorong penggunaan produk lokal dengan kebijakan seperti insentif pajak bagi produsen dalam negeri.
  • Mengembangkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri.
  • Menjalin kerja sama perdagangan dengan negara lain untuk mendapatkan bahan baku dengan harga lebih terjangkau.

6. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Masyarakat perlu memahami bagaimana inflasi memengaruhi kehidupan mereka dan bagaimana cara menghadapinya.

Langkah-langkah yang bisa diambil:

  • Mendorong budaya menabung agar masyarakat lebih siap menghadapi kenaikan harga.
  • Edukasi tentang investasi sehingga masyarakat bisa mencari alternatif untuk menjaga nilai uang mereka.
  • Mempromosikan gaya hidup hemat dan produktif agar masyarakat tidak terlalu konsumtif dan lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Inflasi adalah fenomena yang tidak dapat dihindari dalam perekonomian, tetapi dampaknya bisa dikendalikan dengan kebijakan yang tepat. Inflasi yang terlalu tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, dan meningkatkan biaya hidup. Oleh karena itu, berbagai langkah seperti kebijakan moneter, kebijakan fiskal, peningkatan produksi, dan edukasi masyarakat sangat penting untuk mengatasi inflasi.

Memahami inflasi dan cara mengatasinya dapat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan dengan lebih baik. Jika ingin menjaga kestabilan keuangan di tengah inflasi, pastikan untuk memiliki strategi investasi yang tepat dan tetap mengikuti perkembangan ekonomi.

Jangan lupa untuk terus gunakan aplikasi kelola keuangan FINETIKS, tersedia di Google Play dan App Store, Anda bisa download sekarang secara GRATIS! Yuk, pantau terus perkembangan keuangan Anda.
Finetiks blog mascot
Butuh bantuan untuk tetap mengontrol pengeluaran Anda? Yuk, periksa aplikasi perencana keuangan gratis kami, FINETIKS. Temukan cara terbaik untuk melacak semua pengeluaran dan tabungan Anda di satu tempat saja!

Langganan newsletter FINETIKS sekarang dan dapatkan notifikasi untuk setiap inspirasi baru tentang keuangan!
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Artikel Terkini